Kamis, 24 Desember 2015



Untuk menjadi seorang mahasiswa bukanlah perkara yang mudah, namun semua itu tergantung dengan bagaimana cara kita menjalaninya. Yaitu dengan menjalankan kewajiban sebagai seorang mahasiswa dengan sebaik-baiknya, bukan hanya sekedar menjadi mahasiswa biasa yang hanya kuliah dan pulang. Di dalam dunia perkuliahan kita juga harus pintar bergaul dan mengikuti pergaulan kampus yang tentunya dalam hal positif. Ketika sudah masuk organisasi pun janganlah pasif dalam mengikuti setiap kegiatan yang ada. Kita haruslah aktif dalam menjalaninya, baik dalam berpendapat maupun bermusyawarah. Di kampus, kita harus bisa membiasakan diri terhadap lingkungan sekitar dalam menunjukkan rasa sosial yang tinggi. Semua itu dapat kita lakukan dengan mengikuti organisasi-organisasi yang ada di kampus. Disana kita dapat belajar bagaimana cara berbicara yang baik, mengutarakan pendapat maupun mengkritik yang sifatnya membangun. Kita juga dapat membuktikan bahwa kita mampu memberikan dampak yang positif bagi rekan-rekan maupun perubahan yang lebih baik bagi kampus. Ketika sudah pandai berorganisasi pun seharusnya kita dapat memberikan contoh bagi rekan-rekan yang tidak ikut berorganisasi dan mengajarkan kepada junior kita kedepannya bahwa organisasi sangat besar manfaatnya bagi kehidupan kita di kampus.
Organisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan bagi golongan pelajar, bahkan dalam menimba ilmu pun kita tidak cukup hanya dengan mengandalkan buku yang ada, kita harus bisa berorganisasi agar ilmu yang kita peroleh bisa berkembang dan berwawasan yang luas seperti layaknya seorang pelajar. Sebenarnya organisasi sangat penting bagi perkembangan mental seseorang, namun terkadang masih banyak orang yang salah paham tentang organisasi. Banyak yang berpendapat bahwa karena mengikuti organisasi tidak membuat seseorang lebih baik dalam nilai akademik, bahkan membuat nilai akademik mereka berkurang. Padahal semua itu tergantung dengan bagaimana cara kita mengatur waktu. Karena itu, dewasa ini banyak sekali mahasiswa yang enggan ikut berorganisasi dengan alasan mengganggu dan menyitu waktu belajar mereka. Banyaknya mahasiswa yang sudah tidak tertarik lagi dengan organisasi membuat kualitas di luar akademik ikut berkurang pula, misalnya acuh dengan perkembangan yang terjadi di lingkungan saat ini dan seolah tidak peduli dengan dampak apa yang terjadi kedepannya.
Padahal sejatinya, mahasiswa lah yang akan membawa perubahan yang lebih baik bagi negaranya sendiri. Namun apa yang akan terjadi apabila semakin hari tak ada yang berminat ikut berorganisasi. Negara ini tidak hanya membutuhkan seorang yang pintar dalam hal akademik saja, tetapi keahlian dalam berorganisasipun sangat dibutuhkan. Dengan berorganisasi kita mampu menemukan jati diri kita sesungguhnya sebagai kaum intelektual. Bukan hanya sekedar duduk mendengarkan dosen memberi perkuliahan lalu pulang. Dengan berorganisasi kita dapat mengenal dunia perkuliahan secara luas, misalnya kita tidak terbiasa berbicara atau berpidato di depan umum, namun setelah berorganisasi kita mulai dibina akan hal itu. Setidaknya setelah keluar dari organisasi kita dapat menerapkannya dengan berbicara secara baik didepan umum.
Karena aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika mental kita sudah terbentuk disebuah organisasi. Maka bukan menjadi hal yang sulit lagi bagi kita untuk menjalaninya. Setelah itu barulah kita melakukan pembinaan kepada rekan-rekan yang lain agar organisasi tersebut berkembang menjadi lebih baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak sanggup rasanya untuk berpendapat. Organisasi tidak dapat diukur secara formal, namun bisa dirasakan manfaatnya. Yang dahulu kita hanyalah seorang pendiam, tetapi setelah ikut berorganisasi kita dapat berbicara secara kritis dan diperhatikan banyak orang. Bahkan tidak lagi merasakan gugup atau gemetar berdiri dihadapan banyak orang. Penulis sendiri dahulunya tidak memiliki skill untuk berbicara sedikitpun. Namun, setelah mencoba ikut berorganisasi terasa sedikit perubahan yang berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Organisasi akan sangat berguna untuk kelangsungan perkuliahan dan mampu menjalin persahabatan antara sesama mahasiswa di kampus. Mungkin kita pernah mendengar istilah “mahasiswa kupu-kupu” ( kuliah-pulang, kuliah-pulang) yang artinya mahasiswa tersebut hanya datang untuk perkuliahan semata. Sementara untuk kegiatan tambahaan yang lainnya tidak diikuti atau tidak dihiraukan. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan mengikuti organisasi, seorang mahasiswa mendapat banyak manfaat kedepannya. Dengan catatan harus berperan aktif dalam partisipasi setiap kegiatan yang ada, bukan hanya sebagai anggota yang sekedar terdaftar namanya di absen dan jarang mengikuti kegiatan yang diadakan.
Jadilah seorang mahasiswa kura-kura, alias kuliah-rapat kuliah-rapat yang merupakan sebutan bagi mahasiswa yang aktif di beberapa kegiatan kampus. Bahkan, tidak jarang mereka rela pulang larut malam dari kampus setiap harinya demi menghadiri rapat ini dan itu. Kehidupan berorganisasi di kampus nyatanya memiliki begitu banyak pandangan dan sorotan. Ada yang memandang bahwa dengan mengikuti kegiatan organisasi hanya akan menghambat nilai akademik. Namun, tidak sedikit juga yang menganggap bahwa dengan bergabung dalam organisasi kampus akan memberikan banyak sekali manfaat bagi dirinya. Sebagai seorang mahasiswa, berprestasi di bidang akademik sudah menjadi sebuah kewajiban. Tugas kita sebagai seorang mahasiswa adalah belajar. Selain datang ke kampus untuk menimba ilmu, alangkah baiknya kalau seorang mahasiswa juga menyeimbangkan kehidupannya sebagai mahasiswa dengan mengikuti berbagai kegiatan di bidang non akademik, salah satunya dengan aktif di beberapa organisasi kampus, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), himpunan mahasiswa jurusan/program studi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), atau bergabung dalam kepanitiaan sebuah acara di kampus. 
Jadi kesimpulan yang didapat dalam mengikuti organisasi adalah bahwa kita dapat melatih diri untuk dapat belajar menjadi seorang pemimpin yang dapat berbicara dengan tenang, baik, dan kritis sehingga didengar banyak orang dan menjadi contoh yang baik bagi rekan-rekan yang tidak mengikuti organisasi sehingga mendorong mereka untuk ingin mencoba ikut berorganisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar